PTK ( Penelitian Tindakan Kelas )—Butir-Butir Penting

PTK ( Penelitian Tindakan Kelas )—Butir-Butir Penting.

 

Karakteristik PTK :
1. On the job problem oriented
2. Problem Solving oriented
3. Improvement oriented
4. Multidata oriented
5. Partisipatory oriented
6. Siklus: (1) perencanaan atau planning,  (2) pelaksanaan tindakan atau acting, dan (3) pengamatan dan refleksi atau observasing-reflekting.


Manfaat PTK :
1. Guru menjadi dan peka terhadap masalah
2. Terjalinnya kerjasama untuk meningkatkan mutu KBM
3. Perhatian terhadap siswa terus menerus
4. Mutu diri dan kinerja
5. Capai tujuan KBM


Prinsip PTK (Hopkins, 1993) :
1. Tidak menggangu komitmen dan tugas utama guru yaitu menyelenggarakan pembelajaran yang berkualitas
2. Melaksanakan PTK pada dasarnya merekam dan melaporkan proses dan hasil pembelajaran secara sisematik dan terkendali menurut kaidah ilmiah
3. Kegiatan penelitian yang dilakukan merupakan bagian integral dari pembelajaran dan harus tetap bersandar pada alur dan kaidah ilmiah
4. Masalah yang dipecahkan adalah masalah pembelajaran riil dan merisaukan 5. Konsistensi sikap dan kepedulian dalam memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran sangat diperlukan
6. Cakupan masalah tidak hanya dibatasi pada masalah pembelajaran di ruang kelas


Bidang kajian PTK :
1. Pembelajaran di kelas : cara belajar dan proses
2. Desain dan strategi PBM : pengelolaan prosedur dan metode
3. Alat bantu,media dan sumber belajar
4. Sistem evalusai PBM
5. Implementasi kurikulum


Prosedur PTK :
1. Permasalahan
2. Alternatif pemecahan masalah
3. Pelaksanaan tindakan 1
4. Observasi 1
5. Analisis data 1
6. refleksi 1
7. Terselesaikan ? (siklus 1)
8. Tidak? Alternatif pemecahan (rencana tindakan 2)
9. Pelaksanaan tindakan 2
10. Observasi 2
11. Analisis data 2
12. Refleksi 2
13. Terselesaikan ? Siklus 2
14. Tidak ? rencana tindakan selanjutnya


Menemukan Masalah PTK :
1. Merenung
2. Berfikir tentang apa yang mungkin dapat diperbaiki
3. Pikirkan tentang beberapa kelompok masalah pembelajaran
4. Pilih masalah yang layak
5. Pilih masalah yang tidak terlalu luas dan sempit
6. Pilih masalah yang strategis
7. Pilih masalah yang anda senangi
8. Pilih masalah yang anda kuasai


Langkah PTK :
1. Identifikasi dan analisis masalah
2. Merumuskan masalah
3. Merumuska tindakan
4. Melaksanakan tindakan
5. Melakukan refleksi (analisis,memarik kesimpulan dll)


Sistematika Laporan PTK :
1. Latar Belakang Masalah
2. Perumusan Masalah
3. Tujuan Penelitian
4. Manfaat Penelitian


Latar Belakang Masalah PTK :
1. Menulis kenyataan yang ada
2. Menulis harapan yang akan di tuju
3. Adanya masalah
4. Adanya solusi
* Identifikasi masalah
* Pembatasan masalah
* Adanya solusi

 

Perumusan masalah PTK :
Dikembangkan dari identifikasi dan pembatasan masalah

Advertisements

Tindakan Kelas sebagai Salah Satu Alternatif Pengajaran Menyimak dalam PBIPA

Tindakan Kelas sebagai Salah Satu Alternatif Pengajaran Menyimak dalam PBIPA

Nyoman Merdhana

IKIP Negeri Singaraja, Bali

Abstrak

Salah satu aspek keterampilan yang perlu disajikan dalam pengajaran Bahasa Indonesia untuk orang asing (PBIPA) adalah keterampilan menyimak. Pengajaran menyimak dalam PBIPA ini salah satu cara yang bisa ditempuh adalah melalui penelitian tindakan kelas (action research) seperti yang dikembangkan Carr & Kemmis (1986) dan juga Hopkins (1985). Penelitian tidakan kelas selanjutnya disebut tindakan kelas. Tindakan kelas adalah suatu bentuk pengajaran penelitian atua inkuiri melalui refleksi diri yang dilakukan oleh perserta pendidikan tertentu (misalnya guru, siswa, dan atau kepala sekolah) untuk memperbaiki rasionalitas dan kebenaran serta keabsahan dari pemahaman, kegiatan, dan situasi berbagai kegiatan, yaiture feleksi awal = perencanaan = tindakan = observasi = refleksi = dan seterusnya hingga mencapai hasil yang memuaskan.

Dengan prosedur ini mahasiswa (siswa) perlu dites terlebih dahulu mengenai tes diagnosis untuk menemukan masalah yang perlu dibina atau dikembangkan. Dari hasil tes ini direncanakan tindakan yang akan dipilih dengan pertimbangan yang matang. Selanjutnya diadakan tindakan dan observasi selama tindakan berlangsung. Yang mengoservasi bisa dilakukan oleh orang lain atau dilakukan oleh guru sendiri. Kemudian dilakukan evaluasi. Hasil evaluasi dan hasil observasi ini selanjutnya dijadikan bahan refleksi, apakah perlu ada perbaikan atau tidak. Untuk melengkapi data evalausi dan observasi ini, bisa juga dilakukan wawancara kepada siswa. Demikian seterusnya, dilakukan tindakan melalui beberapa sirklus. Model pembelajaran ini bisa juga diterapkan untuk bidang ajaran lainnya.
 
 
Biodata:

I Nyoman Merdhana, lahir di Bangli (Bali) tahun 1950. Pendidikan terakhir adalah Pasca Sarjana IKIP Malang pada Program Studi Pendidikan Bahasa (S2). Sebagai dosen tetap pada Program Studi Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah IKIP Negeri Singaraja. Sejak tahun 1998 membina Pengajaran Bahasa Indonesia untuk Orang Asing (BIPA) di IKIP Singaraja.

MAKALAH PTK-ABSTRAK-MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA KELAS I SMPN 4 DANAU PANGGANG MELALUI PENERAPAN HASIL TASK ANALYSIS

Suhadi)*

 

ABSTRAK

 

Berdasarkan hasil analisis ulangan harian siswa-siswa Kelas 1 SMPN 4 Danau Panggang pada bahan kajian Pengukuran dan Gerak pada semester 1 tahun pelajaran 2005/2006, tampak bahwa mayoritas siswa mengalami kesulitan pada perhitungan matematis.  Kebanyakan siswa-siswa yang belum berhasil mencapai batas ketuntasan minimal disebabkan karena ketidakmampuan mereka menyelesaikan soal-soal ulangan yang diberikan pada tahapan perhitungan matematisnya. Penanganan masalah ini menjadi urgen karena hampir semua materi pelajaran fisika menuntut siswa untuk dapat melakukan perhitungan-perhitungan matematis. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar fisika siswa Kelas I SMPN 4 Danau Panggang melalui penerapan hasil task analysis (analisis tugas) pada bahan kajian Gaya dan Tekanan; serta bahan kajian Energi. PTK dilakukan dengan dua siklus. Penerapan hasil analisis tugas dilakukan setelah dilakukan tes diagnostik kemampuan matematis prasyarat siswa. Jika ≥ 25% siswa (≥ 6 orang) mengalami kesulitan atau belum menguasai  keterampilan tersebut maka guru memberikan bimbingan dan pelatihan secara klasikal. Jika ≤ 6 orang siswa yang mengalami kesulitan atau belum menguasai  keterampilan tersebut maka guru memberikan bimbingan dan pelatihan secara individual dan penggunaan tutor sebaya kepada siswa yang mengalami kesulitan. Penilaian dilakukan terhadap hasil belajar siswa dalam ulangan harian setiap akhir bahan kajian. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan hasil belajar fisika siswa di mana untuk soal-soal yang berhungan dengan perhitungan matematis rata-rata skor pada siklus I adalah 7,60 sedangkan rata-rata skor ulangan harian (seluruh soal) adalah 7,74. Pada siklus II rata-rata skor untuk soal-soal yang berhubungan dengan keterampilan matematis, rata-rata skor adalah 8,60 sedangkan untuk rata-rata skor ulangan harian (seluruh soal) adalah 8,50.

 

Kata kunci: Task Analysis (Analisis Tugas).

MAKALAH LENGKAPNYA ADA DI SINI, SILAKAN DIKLIK

Direct assessments of learning achievement

With reference to Law No. 30/2003 on National Education System, Chapter XVI, the evaluation of students’ achievement is conducted by teachers. This evaluation can be used to monitor the process, progress, and to improve students’ achievement . Whereas, the evaluation of students’ learning achievement at the end of the program is conducted by Center for Education Assessment (CEA) for Junior and Senior Secondary Schools. In the near future, this evaluation will be conducted by independent body known as National Education Standard Body as it is stated in the Government Regulation No. 19/ 2005.

The assessments of students’ learning achievement at primary education is conducted at the school level in the forms of: (1) summative test given to students at each grade and it is mandatory; (2) school examination is conducted by schools under the supervision of District Office of Education.

The subject matters assessed in both tests include: civics education, religion, Indonesian language, mathematics, natural sciences, social sciences, music and arts, physical education, and local content subjects like local language and traditional arts. Continue reading

Context of Study: REPORT ON STUDY OF TEACHER EMPLOYMENT AND DEPLOYMENT in Indonesia

Teachers represent by far the most significant investment in public sector budgets.  Preparing teachers begins with the selection of those who are to enter teacher training.  Most governments have set standards that vary with the kind of schooling for which the training is designed.  Both in developing and developed countries there is a temptation to lower these standards.  In the developing world, it often stems from a need to attract large numbers of teachers in order to expand access to education quickly and reduce class size.  In the industrialized world, some countries face aging teaching forces and shortages of people interested in a teaching career, especially in mathematics, foreign languages, sciences, business studies and the technology fields, including information and communication technology.  All governments face a balancing act.  Expenditure on education is often subject to tight fiscal constraints, and teachers’ salaries and allowances typically account for two-thirds (often much more) of current public expenditure on education. Continue reading

Ndaftar di technorati?

Mau ndaftar di technorati?


Kunjungi aja http://www.technorati.com/ dan daftarkan blog kamu di sana dengan beberapa langkah mudah. Mau coba. Klik aja langsung yah!


<a href=”http://technorati.com/claim/fs6w5hpvzf” rel=”me”>Technorati Profile</a>

Effective Teaching

Effective Teaching

 

What is effective teaching?

How does effective tesching relate to learning?

What responsibilities do teachers have to motivate their students?

Are “basics” the best path to thinking skills, or should thinking skills be used as vehicle to teach basics?

 

These are important considerations for anyone in education because they center around the questions:

What is good teaching? Continue reading