Model Pembelajaran Langsung-Dukungan Teori Perilaku

MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG-DUKUNGAN TEORI PERILAKU

DIRECT INSTRUCTION-BEHAVIORAL THEORY SUPPORT

 

Sejumlah akar-akar sejarah dan teori bergabung bersama-sama menyediakan dukungan dan rasional untuk model pembelajaran langsung. Beberapa aspek dari model pembelajaran langsung sebenarnya berasal  dari prosedur-prosedur pelatihan yang dikembangkan indutri dan militer. Barak Rosenshine dan Robert Stevens(1986), contohnya, melaporkan bahwa mreka menemukan sebuah buku yang dipublikasikan pada tahun 1945 yang berjudul Bagaimana Menginstruksi telah mengandung ide-ide yang berhubungan dengan model pembelajaran langsung. Untuk tujuan kita di sini, bagaimanapun, kita akan mendeskripsikan tiga teori tradisional yang menyediakan rasional untuk penggunaan secara kontemporer model pembelajaran langsung, yaitu: behaviorisme (teori tingkah laku); teori belajar sosial, dan riset-riset tentang kefektifan guru dalam mengajar.

 

A number of historical and theoretical roots come together to provide the rationale and support for direct instruction. Some aspects of the model derive from training procedures developed in industrial and military setting. Barak Rosenshine and Robert Stevens (1986), for example reported that they found a book published in 1945 entitled How to Instruct that included many of ideas associated with direct instruction. For our puposes here, however, we will decribe three theoretical tradition that provide rationale for contemporary use of direct instruction: behaviorism, social learning theory, and teacher effectiveness research.

 

Teori Tingkah Laku

Teori-teori belajar-tingkah laku telah memberikan kontribusi yang sigifikan kepada model pembelajaran langsung. Teori tingkah laku-awal etrmasuk diantaraya yang dikembangkan oleh ahli psikologi Rusia Ivan Pavlov (1849-1936) dan ahli psikologi Amerika Jason Watson (1978-1058), Edward Thorndike (1974-1949), dan, yang terbaru, B. F. Skinner (1904-1990). Teori ini disebut behaviorisme karena teori-teori dan peneliti-peneliti di tradisi ini lebih tertarik untuk mempelajari tingkah laku manusia yang dapat diamati daripada hal-hal yang tidak dapat diamati seperti pemikiran dan kognisi. Bagian yang paling penting bagi guru adalah hasil kerja B.F Skinner pada bagian “operant conditioning” dan ide-idenya bahwa manusia belajar dan berindak dengan cara yang spesifik sebagai suatu hasil dari penguatan suatu perilaku tertentu. Penguatan mempunyai arti khusus dalam teori tingkah laku. Penguatan diatikan sebagai pemanfaatan konsekuensi-konsekuensi untuk menguatkan tingkah laku tertentu apakah dengan menyediakan penghargaan yang bersifat positif ataupun secara negatif dengan mengaambil stimulus-stimulus tertentu./

 

 

Behavioral Theory

Behavioral theories of learning have made significant contributions to direct instruction. Early behavioral theorist included the Russian psychologists Ivan Pavlov (1849-1936) and Americans psychologists Jason Watson (1878-1058), Edward Thorndike (1974-1949), and, more recently, B. F. Skinner (1904-1990). The theory is called behaviorism because theories and researchers in this tradition are interested in studying observable human behavior rather than things that cannot be observed, such as human thought and cognition. Of particular importance to teachers is B. F. Skinner’s work on operant conditioning  and his ideas that human learn and act is specific ways as a result of how particular behavior are encouraged through reinforcement. Reinforcement has a special meaning in behavioral theory. It means the use of consequences to strengthen particular behaviors either positively by providing some type of reward or negatively by removing some irritating stimulus.

 

Guru yang mengajar berdasarkan prinsip-prinsip teori tingkah laku membuat tujuan pembelajaran yang mendeskripsikan tingkah laku apa yang siswa mereka ingin pelajari secara tepat; menyediakan pengalaman-pengalaman belajar seperti praktik, di mana siswa belajarnya siswa dapat dimonitor dan diberikan umpan balik; dan memberikan perhatian tertentu pada bagaimana tingkah laku-tingkah laku di kelas diberikan penghargaan.

 

Teachers who teach according behavioral principles devise objective that describe with precision the behaviors that they want their students to learn; provide learning experiences, such as practice, in which student learning can be monitored and feedback provided; and pay particular attention to how behaviors in the classroom are rewarded.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: