Ndaftar di technorati?

Mau ndaftar di technorati?


Kunjungi aja http://www.technorati.com/ dan daftarkan blog kamu di sana dengan beberapa langkah mudah. Mau coba. Klik aja langsung yah!


<a href=”http://technorati.com/claim/fs6w5hpvzf” rel=”me”>Technorati Profile</a>

Advertisements

Effective Teaching

Effective Teaching

 

What is effective teaching?

How does effective tesching relate to learning?

What responsibilities do teachers have to motivate their students?

Are “basics” the best path to thinking skills, or should thinking skills be used as vehicle to teach basics?

 

These are important considerations for anyone in education because they center around the questions:

What is good teaching? Continue reading

Effective Lesson Beginnings and Effective Lesson Endings

Effective Lesson Beginnings and Effective Lesson Endings

 

Introductory reviews provide a connection between old and new learning. Introductory focus attracts students’ attention and provides context for the topic being taught. An effective introduction to lesson draws students into the lesson, focuses their attention on the new content to be learned, and relates that new material to content already learned.

 

Introductory review examines information that has been covered in earlier lesson, refreshing students’ memories and setting the stage for the new learning. Research examines the way learners process information helps us understand the value of review at the beginning of a lesson. When we learn new information, we interpret it in terms of what we already know, connecting it in our memory to other concepts and ideas. Peoples are not recorders of information, but builder of knowledge structure. To know something is not just to have received information but also to have interpreted and related it to other knowledge. Review helps peoples establish what they already know, which then provides an anchor for new information to come. Continue reading

Model Pembelajaran Langsung-Dukungan Riset Tentang Keefektifan Mengajar Guru

MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG-DUKUNGAN RISET TENTANG KEEFEKTIFAN MENGAJAR GURU

DIRECT INSTRUCTION-TEACHER EFFECTIVENESS RESEARCH SUPPORT

 

Sejumlah akar-akar sejarah dan teori bergabung bersama-sama menyediakan dukungan dan rasional untuk model pembelajaran langsung. Beberapa aspek dari model pembelajaran langsung sebenarnya berasal  dari prosedur-prosedur pelatihan yang dikembangkan indutri dan militer. Barak Rosenshine dan Robert Stevens(1986), contohnya, melaporkan bahwa mreka menemukan sebuah buku yang dipublikasikan pada tahun 1945 yang berjudul Bagaimana Menginstruksi telah mengandung ide-ide yang berhubungan dengan model pembelajaran langsung. Untuk tujuan kita di sini, bagaimanapun, kita akan mendeskripsikan tiga teori tradisional yang menyediakan rasional untuk penggunaan secara kontemporer model pembelajaran langsung, yaitu: behaviorisme (teori belajar tingkah laku); teori belajar sosial, dan riset-riset tentang kefektifan guru dalam mengajar.

 

A number of historical and theoretical roots come together to provide the rationale and support for direct instruction. Some aspects of the model derive from training procedures developed in industrial and military setting. Barak Rosenshine and Robert Stevens (1986), for example reported that they found a book published in 1945 entitled How to Instruct that included many of ideas associated with direct instruction. For our puposes here, however, we will decribe three theoretical tradition that provide rationale for contemporary use of direct instruction: behaviorism, social learning theory, and teacher effectiveness research.

 

Riset Tentang Keefektifan Mengajar Guru

Dukungan empiris untuk model pembelajaran langsung datang dari berbagai lapangan. Tetapi, dukungan yang paling bagus adalah dari model-model keefektifan kelas dari penelitian keefektifan guru di kelas yang dilakukan sekitar tahun 1970an dan tahun 1980an, sebagai suatu jenis penelitian yang mempelajari hubungan antara tingkah laku guru dengan perolehan belajar siswa.

 

Teacher Effectiveness Reasearch

The empirical support for the direct instruction model comes from many fields. However, the clearest empirical support from the model’s classroom effectiveness comes from the teacher effectiveness research conducted mainly in the 1970s and 1980s, a type of research that studied the realtionships between teacher behaviors and student achievement. Continue reading

Model Pembelajaran Langsung-Dukungan Teori Belajar Sosial

MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG-DUKUNGAN TEORI BELAJAR SOSIAL

DIRECT INSTRUCTION-SOCIAL LEARNING THEORY SUPPORT

 

Sejumlah akar-akar sejarah dan teori bergabung bersama-sama menyediakan dukungan dan rasional untuk model pembelajaran langsung. Beberapa aspek dari model pembelajaran langsung sebenarnya berasal  dari prosedur-prosedur pelatihan yang dikembangkan indutri dan militer. Barak Rosenshine dan Robert Stevens(1986), contohnya, melaporkan bahwa mreka menemukan sebuah buku yang dipublikasikan pada tahun 1945 yang berjudul Bagaimana Menginstruksi telah mengandung ide-ide yang berhubungan dengan model pembelajaran langsung. Untuk tujuan kita di sini, bagaimanapun, kita akan mendeskripsikan tiga teori tradisional yang menyediakan rasional untuk penggunaan secara kontemporer model pembelajaran langsung, yaitu: behaviorisme (teori belajar tingkah laku); teori belajar sosial, dan riset-riset tentang kefektifan guru dalam mengajar.

 

A number of historical and theoretical roots come together to provide the rationale and support for direct instruction. Some aspects of the model derive from training procedures developed in industrial and military setting. Barak Rosenshine and Robert Stevens (1986), for example reported that they found a book published in 1945 entitled How to Instruct that included many of ideas associated with direct instruction. For our puposes here, however, we will decribe three theoretical tradition that provide rationale for contemporary use of direct instruction: behaviorism, social learning theory, and teacher effectiveness research.

 

Teori Belajar Sosial

Lebih baru, ahli teori seperti Albert Bandura mengajukan bahwa behaviorisme menyediakan pandangan tentang belajar terlalu terbatas, dan telah mengunakan teori belajar sosial untuk menolong mempelajari aspek-aspek belajar yang tak teramati pada cara belajar manusia, seperti berpikir dan kognisi. Teori belajar sosial membuat pembedaan antara belajar (bagaimana cara pengetahuan diperoleh) dan performen (tingkah laku yang dapat diamati). Teori ini juga menyatakan bahwa banyak manusia belajar  melalui pengamatan (observasi) terhadap orang lain. Mengacu pada Albert Bandura, kebanyakan orang belajar dengan melakukan pengamatan secara selektif terhadap perilaku orang lain dan menempatkan hasil pengamatan itu ke dalam memori. 

 

Social Learning Theory

More recently, theorist such as Albert Bandura have argued that classical behaviorism provides too limited view of learning, and have used social learning theory to help study the unobservable aspects of human learning, such as thinking and cognition. Social learning theory makes distinctions between learning (the way knowledge is acquired) and performance (the behavior that can be observed). This theory also posits that much of what humans learn comes through the observation of others. According to Albert Bandura, most human learning is done by selectively observing and placing into memory the behavior of others. Continue reading

Model Pembelajaran Langsung-Dukungan Teori Perilaku

MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG-DUKUNGAN TEORI PERILAKU

DIRECT INSTRUCTION-BEHAVIORAL THEORY SUPPORT

 

Sejumlah akar-akar sejarah dan teori bergabung bersama-sama menyediakan dukungan dan rasional untuk model pembelajaran langsung. Beberapa aspek dari model pembelajaran langsung sebenarnya berasal  dari prosedur-prosedur pelatihan yang dikembangkan indutri dan militer. Barak Rosenshine dan Robert Stevens(1986), contohnya, melaporkan bahwa mreka menemukan sebuah buku yang dipublikasikan pada tahun 1945 yang berjudul Bagaimana Menginstruksi telah mengandung ide-ide yang berhubungan dengan model pembelajaran langsung. Untuk tujuan kita di sini, bagaimanapun, kita akan mendeskripsikan tiga teori tradisional yang menyediakan rasional untuk penggunaan secara kontemporer model pembelajaran langsung, yaitu: behaviorisme (teori tingkah laku); teori belajar sosial, dan riset-riset tentang kefektifan guru dalam mengajar.

 

A number of historical and theoretical roots come together to provide the rationale and support for direct instruction. Some aspects of the model derive from training procedures developed in industrial and military setting. Barak Rosenshine and Robert Stevens (1986), for example reported that they found a book published in 1945 entitled How to Instruct that included many of ideas associated with direct instruction. For our puposes here, however, we will decribe three theoretical tradition that provide rationale for contemporary use of direct instruction: behaviorism, social learning theory, and teacher effectiveness research.

 

Teori Tingkah Laku

Teori-teori belajar-tingkah laku telah memberikan kontribusi yang sigifikan kepada model pembelajaran langsung. Teori tingkah laku-awal etrmasuk diantaraya yang dikembangkan oleh ahli psikologi Rusia Ivan Pavlov (1849-1936) dan ahli psikologi Amerika Jason Watson (1978-1058), Edward Thorndike (1974-1949), dan, yang terbaru, B. F. Skinner (1904-1990). Teori ini disebut behaviorisme karena teori-teori dan peneliti-peneliti di tradisi ini lebih tertarik untuk mempelajari tingkah laku manusia yang dapat diamati daripada hal-hal yang tidak dapat diamati seperti pemikiran dan kognisi. Bagian yang paling penting bagi guru adalah hasil kerja B.F Skinner pada bagian “operant conditioning” dan ide-idenya bahwa manusia belajar dan berindak dengan cara yang spesifik sebagai suatu hasil dari penguatan suatu perilaku tertentu. Penguatan mempunyai arti khusus dalam teori tingkah laku. Penguatan diatikan sebagai pemanfaatan konsekuensi-konsekuensi untuk menguatkan tingkah laku tertentu apakah dengan menyediakan penghargaan yang bersifat positif ataupun secara negatif dengan mengaambil stimulus-stimulus tertentu./ Continue reading

Model Pembelajaran Langsung-Sekilas Pandang

MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG, SEKILAS PANDANG

DIRECT INSTRUCTION, AN OVERVIEW

 

Meskipun kamu mungkin belum pernah memikirkan tentang model pembelajaran langsung dengan cara sistematis, kamu tanpa disangsikan lagi telah sangat akrab dengan aspek-aspek yang menyertainya. Rasional dan prosedur-prosedur yang berkaitan dengan model pembelajaran ini telah digunakan oleh orang-orang tua kita saat mereka mengajarkan menyetir mobil kepada kita, menyikat gigi, memukul bola dengan backhand yang solid, menulis laporan penelitian, atau memecahkan soal-soal persamaan aljabar dalam matematika. Prinsip perilaku yang model pembelajaran ini mungkin telah digunakan untuk memperbaiki fobia kamu akan terbang dan menghentikanmu dari kebiasaan merokok. Model pembelajaran langsung lebih bersifat lurus ke depan dan dapat dikuasai dalam waktu relatif singkat. Penguasaan model pembelajaran langsung ini adalah suatu keharusan dalam repertoire seorang guru.

 

Even though you may never have thought about direct instruction in any systematic way, you are undoubtedly familiar with certain aspects of it. The rationale and procedures underlying this model were probably used by adults to teach you to drive a car, brush your teeth, hit a solid backhand, write a research paper, or solve algebraic equations. Behavioral principles on which this model rests may have been used to correct your phobia about flying or wean you from cigarettes. The direct instruction model is rather straight forward and can be mastered in a relatively short time. It is a must in all teacher repertoire. Continue reading